Kalkulator THR
Gunakan Kalkulator THR untuk menghitung perkiraan Tunjangan Hari Raya berdasarkan gaji dan masa kerja. Tool ini membantu karyawan menghitung THR penuh, THR prorata, dasar upah THR, persentase THR, serta estimasi total yang akan diterima secara cepat dan mudah.
Apa Itu Kalkulator THR?
Kalkulator THR adalah alat online yang digunakan untuk memperkirakan besarnya Tunjangan Hari Raya yang diterima pekerja berdasarkan masa kerja dan upah.
Kalkulator ini dapat digunakan untuk membantu menjawab pertanyaan seperti:
- Berapa THR yang saya dapat?
- Bagaimana cara menghitung THR?
- Berapa THR jika baru bekerja 6 bulan?
- Bagaimana rumus THR prorata?
- Apakah tunjangan tetap masuk perhitungan THR?
- Bagaimana menghitung THR pekerja harian?
- Jika sudah bekerja lebih dari 1 tahun, berapa THR yang diterima?
Dengan kalkulator THR karyawan, Anda tidak perlu menghitung rumus secara manual. Masukkan informasi yang diminta, lalu tool akan memberikan estimasi hasil secara otomatis.
Cara Menggunakan Kalkulator THR
Menggunakan kalkulator ini sangat mudah.
1. Pilih Jenis Pekerja
Pilih jenis pekerja yang sesuai dengan kondisi Anda.
Anda dapat memilih:
Pekerja dengan upah bulanan
atau
Pekerja harian lepas
Pilihan ini penting karena dasar upah yang digunakan dalam perhitungan THR dapat berbeda.
2. Masukkan Masa Kerja
Masukkan total masa kerja dalam bulan.
Contohnya:
- 3 bulan
- 6 bulan
- 10 bulan
- 12 bulan
- 24 bulan
Jika Anda sudah bekerja lebih dari satu tahun, cukup masukkan total bulan masa kerja.
Misalnya:
2 tahun = 24 bulan
1 tahun 6 bulan = 18 bulan
3. Masukkan Upah Pokok
Untuk pekerja bulanan, masukkan upah pokok per bulan.
Contoh:
Rp5.000.000
Nilai ini menjadi bagian dari dasar perhitungan THR.
4. Masukkan Tunjangan Tetap
Jika Anda menerima tunjangan tetap setiap bulan, masukkan jumlah tersebut.
Contoh:
Upah pokok: Rp5.000.000
Tunjangan tetap: Rp500.000
Maka dasar upah yang digunakan kalkulator menjadi:
Rp5.500.000
Jika tidak memiliki tunjangan tetap, Anda dapat memasukkan angka 0.
5. Klik Hitung THR
Setelah semua data diisi, klik tombol Hitung THR.
Kalkulator akan menampilkan:
- estimasi THR;
- masa kerja;
- dasar upah;
- persentase THR;
- rumus perhitungan;
- THR prorata atau penuh;
- serta total estimasi THR.
Cara Menghitung THR Karyawan
Secara umum, cara menghitung THR bergantung pada masa kerja karyawan.
Ada dua kondisi utama.
Masa Kerja 12 Bulan atau Lebih
Jika karyawan telah bekerja selama 12 bulan atau lebih, perhitungan THR umumnya setara dengan 1 bulan upah.
Rumus sederhananya:
THR = 1 bulan upah
Contoh:
Upah pokok = Rp5.000.000
Tunjangan tetap = Rp500.000
Dasar upah:
Rp5.500.000
Maka estimasi THR:
Rp5.500.000
Masa Kerja Kurang dari 12 Bulan
Jika masa kerja sudah mencapai sekurang-kurangnya 1 bulan tetapi belum 12 bulan, THR dihitung secara proporsional.
Rumus THR prorata:
Masa kerja ÷ 12 × 1 bulan upah
Contoh:
Masa kerja = 6 bulan
Dasar upah = Rp6.000.000
Perhitungan:
6 ÷ 12 × Rp6.000.000
Hasil:
Rp3.000.000
Dengan Kalkulator THR, perhitungan tersebut dilakukan secara otomatis.
Apa Itu THR Prorata?
THR prorata adalah THR yang dihitung secara proporsional berdasarkan lama masa kerja.
Perhitungan ini biasanya digunakan untuk pekerja yang belum mencapai masa kerja 12 bulan.
Semakin lama masa kerja, semakin besar proporsi THR yang diperoleh.
Contohnya:
3 bulan kerja = sekitar 25% dari satu bulan upah
6 bulan kerja = sekitar 50%
9 bulan kerja = sekitar 75%
12 bulan kerja = 100%
Namun, hasil pastinya tetap bergantung pada dasar upah yang digunakan.
Rumus THR Prorata
Rumus umum cara menghitung THR prorata adalah:
Masa kerja dalam bulan ÷ 12 × upah satu bulan
Misalnya:
Masa kerja: 8 bulan
Upah satu bulan: Rp4.800.000
Maka:
8 ÷ 12 × Rp4.800.000
Hasil:
Rp3.200.000
Artinya, estimasi THR untuk masa kerja 8 bulan adalah sekitar Rp3.200.000.
Contoh Perhitungan THR 3 Bulan
Misalnya Anda baru bekerja selama:
3 bulan
Dengan upah satu bulan:
Rp6.000.000
Perhitungan:
3 ÷ 12 × Rp6.000.000
Hasil:
Rp1.500.000
Jadi estimasi THR masa kerja 3 bulan adalah Rp1.500.000.
Contoh Perhitungan THR 6 Bulan
Masa kerja:
6 bulan
Dasar upah:
Rp5.000.000
Rumus:
6 ÷ 12 × Rp5.000.000
Hasil:
Rp2.500.000
Karena 6 bulan merupakan setengah dari 12 bulan, THR yang dihitung secara proporsional adalah sekitar 50% dari satu bulan upah.
Contoh Perhitungan THR 9 Bulan
Misalnya:
Masa kerja = 9 bulan
Upah satu bulan = Rp8.000.000
Maka:
9 ÷ 12 × Rp8.000.000
Hasil:
Rp6.000.000
Dengan demikian, estimasi THR karyawan 9 bulan adalah Rp6.000.000.
Contoh Perhitungan THR 11 Bulan
Misalnya:
Masa kerja = 11 bulan
Dasar upah = Rp6.000.000
Rumus:
11 ÷ 12 × Rp6.000.000
Hasil:
Rp5.500.000
Walaupun sudah mendekati satu tahun, masa kerja masih di bawah 12 bulan sehingga perhitungan tetap dilakukan secara proporsional.
Contoh Perhitungan THR 12 Bulan
Jika masa kerja telah mencapai:
12 bulan
dan upah satu bulan adalah:
Rp7.000.000
Maka estimasi THR umumnya sebesar:
Rp7.000.000
Pada kondisi ini, kalkulator akan menampilkan persentase THR sebesar 100%.
Contoh Perhitungan THR Lebih dari 1 Tahun
Bagaimana jika masa kerja sudah 2 tahun, 5 tahun, atau bahkan lebih?
Untuk perhitungan dasar THR, pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih umumnya mendapatkan satu bulan upah.
Contohnya:
Masa kerja = 36 bulan
Upah = Rp8.500.000
Estimasi THR:
Rp8.500.000
Masa kerja yang lebih lama tidak otomatis membuat jumlah dasar THR menjadi 2 atau 3 bulan gaji, kecuali perusahaan memiliki kebijakan atau perjanjian yang memberikan nilai lebih tinggi.
Apa yang Dimaksud Dasar Upah THR?
Dasar upah THR adalah nilai upah yang digunakan untuk menghitung besarnya THR.
Untuk pekerja bulanan, dasar perhitungan dapat menggunakan:
upah tanpa tunjangan
atau
upah pokok + tunjangan tetap
tergantung struktur pengupahan pekerja.
Karena itu, Kalkulator THR menyediakan kolom terpisah untuk:
- upah pokok;
- tunjangan tetap.
Kedua nilai tersebut akan dijumlahkan untuk membentuk dasar upah.
Apakah Tunjangan Tetap Masuk Perhitungan THR?
Tunjangan tetap dapat menjadi bagian dari dasar perhitungan THR apabila memang termasuk komponen upah tetap pekerja.
Contoh tunjangan tetap dapat berupa pembayaran yang diberikan secara rutin dan tidak bergantung pada kehadiran atau kondisi tertentu.
Misalnya:
Upah pokok: Rp5.500.000
Tunjangan tetap: Rp500.000
Maka dasar upah:
Rp6.000.000
Jika masa kerja sudah 12 bulan atau lebih, estimasi THR dapat menjadi Rp6.000.000.
Apakah Tunjangan Tidak Tetap Masuk THR?
Tunjangan tidak tetap umumnya dibedakan dari tunjangan tetap.
Contohnya dapat berupa pembayaran yang bergantung pada kehadiran, perjalanan, atau kondisi tertentu.
Karena komponen pengupahan setiap perusahaan dapat berbeda, pastikan Anda mengetahui mana yang termasuk upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap.
Kalkulator ini menyediakan kolom tunjangan tetap agar pengguna tidak mencampurkan semua jenis tambahan pendapatan ke dalam dasar THR.
Cara Menghitung THR dari Gaji Pokok dan Tunjangan
Misalnya:
Gaji pokok = Rp5.000.000
Tunjangan tetap = Rp750.000
Masa kerja = 12 bulan
Dasar upah:
Rp5.000.000 + Rp750.000 = Rp5.750.000
Estimasi THR:
Rp5.750.000
Jika masa kerja hanya 6 bulan:
6 ÷ 12 × Rp5.750.000
Hasilnya:
Rp2.875.000
Kalkulator THR untuk Pekerja Harian Lepas
Kalkulator THR juga dapat digunakan untuk pekerja harian lepas.
Karena pekerja harian tidak selalu memiliki nominal gaji bulanan yang tetap, dasar perhitungan dapat menggunakan rata-rata upah bulanan.
Pada tool, pilih:
Pekerja Harian Lepas
Kemudian masukkan rata-rata upah per bulan.
Kalkulator selanjutnya akan menggunakan nilai tersebut sebagai dasar untuk menghitung THR.
Cara Menghitung THR Pekerja Harian
Misalnya seorang pekerja harian memiliki rata-rata upah bulanan:
Rp4.500.000
dan masa kerja:
8 bulan
Maka estimasinya:
8 ÷ 12 × Rp4.500.000
Hasil:
Rp3.000.000
Dengan memasukkan rata-rata upah ke Kalkulator THR, Anda tidak perlu menghitung proporsinya secara manual.
Apakah Karyawan Baru Mendapat THR?
Masa kerja menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hak THR.
Secara umum, pekerja yang telah mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 1 bulan secara terus-menerus dapat masuk dalam perhitungan THR.
Jika masa kerja masih di bawah satu bulan, kalkulator akan menampilkan bahwa masa kerja belum mencapai minimum perhitungan.
Jika masa kerja sudah 1 bulan tetapi kurang dari 12 bulan, hasil dihitung secara prorata.
Berapa THR Karyawan Baru 1 Bulan?
Misalnya:
Masa kerja = 1 bulan
Dasar upah = Rp6.000.000
Rumus:
1 ÷ 12 × Rp6.000.000
Hasil:
Rp500.000
Jadi, berdasarkan perhitungan proporsional, estimasi THR untuk masa kerja satu bulan adalah Rp500.000.
Berapa THR Karyawan Kontrak?
Perhitungan THR karyawan kontrak pada dasarnya tetap melihat masa kerja dan dasar upah.
Jika masa kerja kurang dari 12 bulan, perhitungan dapat dilakukan secara proporsional.
Jika masa kerja sudah mencapai 12 bulan atau lebih, perhitungannya dapat sebesar satu bulan upah.
Namun, status dan kondisi hubungan kerja tetap perlu diperiksa sesuai dokumen kerja dan ketentuan yang berlaku.
Berapa THR Karyawan Tetap?
Untuk karyawan tetap, jumlah THR juga bergantung pada masa kerja.
Jika telah bekerja 12 bulan atau lebih, estimasi dasarnya dapat sebesar satu bulan upah.
Contoh:
Upah pokok = Rp7.000.000
Tunjangan tetap = Rp1.000.000
Total dasar upah:
Rp8.000.000
Maka estimasi THR:
Rp8.000.000
Apakah THR Sama dengan Gaji Bulanan?
Tidak selalu.
Walaupun pekerja dengan masa kerja 12 bulan atau lebih sering memperoleh THR sebesar satu bulan upah, istilah upah untuk perhitungan THR perlu dilihat berdasarkan komponen pengupahan.
Gaji yang masuk ke rekening setiap bulan bisa saja terdiri dari:
- upah pokok;
- tunjangan tetap;
- tunjangan tidak tetap;
- lembur;
- bonus;
- insentif.
Tidak seluruh komponen tersebut otomatis menjadi dasar perhitungan THR.
Apakah Bonus dan Insentif Termasuk THR?
Bonus dan THR merupakan hal yang berbeda.
THR merupakan pembayaran terkait hari raya keagamaan yang memiliki aturan perhitungan tersendiri.
Sementara bonus umumnya bergantung pada kebijakan perusahaan, kinerja, laba perusahaan, atau ketentuan lain.
Karena itu, jangan otomatis memasukkan semua bonus dan insentif ke kolom tunjangan tetap pada Kalkulator THR.
Apa Itu Tambahan THR Perusahaan?
Beberapa perusahaan dapat memberikan THR yang nilainya lebih besar dari perhitungan dasar.
Hal tersebut dapat terjadi jika ada:
- perjanjian kerja;
- peraturan perusahaan;
- perjanjian kerja bersama;
- kebijakan perusahaan;
- atau praktik pemberian THR yang lebih baik.
Karena itu, tool menyediakan kolom Tambahan THR dari Perusahaan.
Jika tidak ada tambahan, cukup masukkan 0.
Contoh THR dengan Tambahan Perusahaan
Misalnya hasil perhitungan THR adalah:
Rp6.000.000
Kemudian perusahaan memberikan tambahan:
Rp1.000.000
Maka total estimasi yang ditampilkan kalkulator:
Rp7.000.000
Fitur ini berguna bagi pengguna yang memiliki skema THR perusahaan di atas perhitungan dasar.
Apa Arti Persentase THR?
Kalkulator menampilkan persentase THR untuk mempermudah pengguna memahami proporsi hak berdasarkan masa kerja.
Contohnya:
3 bulan = 25%
6 bulan = 50%
9 bulan = 75%
12 bulan atau lebih = 100%
Persentase dihitung dengan:
masa kerja ÷ 12 × 100%
Untuk masa kerja di atas 12 bulan, hasil dasar dibatasi menjadi 100% dari satu bulan upah.
Kenapa Menggunakan Kalkulator THR Online?
Menghitung THR sebenarnya tidak terlalu rumit, tetapi kesalahan sering terjadi ketika harus menghitung masa kerja, tunjangan, dan nilai prorata sekaligus.
Dengan kalkulator THR online, Anda mendapatkan beberapa keuntungan:
- perhitungan otomatis;
- mendukung THR penuh;
- mendukung THR prorata;
- dapat memasukkan tunjangan tetap;
- mendukung pekerja harian;
- menampilkan rumus;
- menunjukkan persentase THR;
- hasil bisa disalin;
- dan gratis digunakan.
Perbedaan THR Penuh dan THR Prorata
THR penuh berlaku pada perhitungan ketika masa kerja sudah mencapai 12 bulan atau lebih.
Sementara THR prorata digunakan ketika masa kerja masih antara 1 bulan sampai kurang dari 12 bulan.
Contoh:
Masa kerja 12 bulan
Upah Rp6.000.000
THR = Rp6.000.000
Masa kerja 6 bulan
Upah Rp6.000.000
THR = Rp3.000.000
Masa kerja 3 bulan
Upah Rp6.000.000
THR = Rp1.500.000
Apakah Kalkulator THR Akurat?
Kalkulator melakukan perhitungan berdasarkan angka yang Anda masukkan dan rumus THR yang digunakan.
Hasil akan lebih akurat apabila:
- masa kerja dimasukkan dengan benar;
- upah pokok benar;
- tunjangan tetap dimasukkan secara tepat;
- rata-rata upah pekerja harian sesuai;
- dan tambahan perusahaan dimasukkan jika memang ada.
Namun, hasil kalkulator merupakan estimasi.
Nominal aktual dapat berbeda apabila perusahaan memiliki struktur upah, perjanjian kerja, atau kebijakan yang berbeda.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung THR
Beberapa kesalahan umum dalam perhitungan THR karyawan antara lain:
Menganggap Semua Pekerja Mendapat Satu Bulan Gaji
Karyawan yang masa kerjanya belum mencapai 12 bulan biasanya dihitung secara proporsional.
Hanya Menggunakan Gaji Pokok
Jika terdapat tunjangan tetap yang menjadi bagian dari dasar upah, komponen tersebut perlu diperhatikan.
Memasukkan Tunjangan Tidak Tetap
Tidak semua pembayaran tambahan otomatis menjadi dasar perhitungan THR.
Salah Menghitung Masa Kerja
Perbedaan satu atau dua bulan dapat mengubah jumlah THR prorata.
Menganggap Masa Kerja Lebih dari Setahun Berarti THR Dua Kali Gaji
Pada perhitungan dasar, masa kerja lebih dari 12 bulan tidak otomatis membuat THR menjadi dua bulan upah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Kalkulator THR
Apa itu Kalkulator THR?
Kalkulator THR adalah alat untuk menghitung estimasi Tunjangan Hari Raya berdasarkan masa kerja dan upah pekerja.
Bagaimana cara menghitung THR?
Jika masa kerja 12 bulan atau lebih, estimasi THR umumnya sebesar satu bulan upah. Jika masa kerja kurang dari 12 bulan tetapi sudah minimal satu bulan, THR dihitung secara prorata.
Apa rumus THR prorata?
Rumusnya adalah:
Masa kerja ÷ 12 × 1 bulan upah
Berapa THR jika kerja 6 bulan?
THR 6 bulan adalah sekitar 50% dari satu bulan upah.
Misalnya upah Rp6.000.000, estimasi THR menjadi Rp3.000.000.
Berapa THR jika kerja 3 bulan?
THR 3 bulan adalah sekitar 25% dari satu bulan upah.
Jika upah Rp4.000.000, estimasi THR adalah Rp1.000.000.
Berapa THR jika kerja 9 bulan?
THR masa kerja 9 bulan sekitar 75% dari satu bulan upah.
Berapa THR jika sudah kerja 1 tahun?
Jika masa kerja telah mencapai 12 bulan, estimasi THR dasar adalah sebesar satu bulan upah.
Apakah tunjangan tetap dihitung dalam THR?
Tunjangan tetap dapat menjadi bagian dari dasar upah THR bersama upah pokok.
Apakah uang makan termasuk THR?
Hal tersebut bergantung pada apakah uang makan termasuk tunjangan tetap atau tidak tetap dalam struktur pengupahan Anda.
Apakah lembur masuk perhitungan THR?
Upah lembur bukan otomatis merupakan komponen dasar THR. Perhatikan struktur upah yang berlaku di perusahaan.
Apakah pekerja harian mendapatkan THR?
Pekerja harian dapat memiliki perhitungan THR dengan dasar rata-rata upah sesuai kondisi masa kerja.
Apakah karyawan kontrak mendapat THR?
Perhitungan THR tetap dapat berlaku bagi pekerja kontrak yang memenuhi ketentuan masa kerja dan hubungan kerja.
Apakah karyawan baru mendapat THR?
Jika masa kerja sudah mencapai sekurang-kurangnya satu bulan, THR dapat dihitung secara proporsional berdasarkan masa kerja.
Apakah THR selalu satu kali gaji?
Tidak. Jika masa kerja kurang dari 12 bulan, THR dapat dihitung secara prorata. Jumlah juga bergantung pada dasar upah.
Apakah perusahaan boleh memberikan THR lebih besar?
Perusahaan dapat memiliki kebijakan yang memberikan nilai THR lebih tinggi dari perhitungan dasar.
Apakah Kalkulator THR gratis?
Ya. Kalkulator dapat digunakan secara gratis untuk menghitung estimasi THR karyawan.
Hitung THR Anda Sekarang
Gunakan Kalkulator THR di atas untuk mengetahui perkiraan Tunjangan Hari Raya berdasarkan gaji dan masa kerja.
Masukkan jenis pekerja, masa kerja, upah pokok, tunjangan tetap, atau rata-rata upah bulanan. Kalkulator akan menghitung apakah Anda mendapatkan THR penuh atau THR prorata, menampilkan rumus, persentase, dan estimasi jumlah THR.
Jika Anda sedang mencari cara menghitung THR, kalkulator THR karyawan, hitung THR prorata, rumus THR, THR masa kerja 6 bulan, THR karyawan baru, atau berapa THR yang akan diterima, tool ini dapat membantu mendapatkan estimasi dengan cepat.